About

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Malang. Show all posts
Showing posts with label Malang. Show all posts

Monday, 12 September 2016

Toko Oen Malang, Kuliner Tempo Dulu Kota Malang

Bertujuh.com - Berlibur ke Kota Malang tak lengkap rasanya bila kita tidak mengunjungi wisata kuliner tempo dulu yang ada di Kota pelajar ini. Di kota terbesar  kedua di Jawa Timur ini terdapat sebuah kuliner tempo dulu yang terkenal baik dari wisatawan dalam negeri maupun wisatawan mancanegara. Bagi Anda yang ingin menikmati sajian khas tempo dulu dengan mengenang nostalgia masa lalu, Toko Oen adalah tempat yang cocok untuk Anda kunjungi. Toko Oen merupakan wisata kuliner kota Malang yang khas dengan peninggalan jaman Belanda yang masih ada hingga saat ini.

Toko Oen Malang
Toko Oen Malang
Pada bagian depan Toko Oen terdapat sebuah tulisan ucapan selamat datang dengan menggunakan bahasa Belanda. Semua perabotan yang ada di Toko Oen masih tetap dipertahankan seperti jaman kuno, mulai dari perabotan seperti meja kursi rotan besar, etalase kue kuno untuk memajang berbagau macam roti, serta sebuah piano besar. Di dinding Toko dipajang foto-foto kota Malang pada tempo dulu, sehingga dengan menikmati makanan di Toko Oen bisa sambil mengenang masa lalu kota Malang. Bahkan yang lebih unik dari Toko Oen ini adalah untuk menunya disajikan dalam 3 (tiga) bahasa, salah satunya dalam bahasa Belanda.  Melihat bentuk toko ini menggambarkan bangunan arsitektur jaman kolonial Belanda. Meskipun di sekitarnya sudah terjadi perubahan bangunan besar-besaran tetapi Toko Oen masih tetap mempertahankan ciri khas bangunannya yang didirikan sejak tahun 1930. Dengan cirinya tersebut menjadi tujuan utama kuliner wisatawan dari Belanda maupun wisatawan dari berbagai mancangera.

Menu Toko Oen:

Sajian khas dari Toko Oen adalah es krim yang super lezat dengan macam-macam rasa seperti  tutti fruity( rasa buah), sparkling delight (rasa koktail buah), morkus (rasa kopi)  Menurut pemilik dari Toko Oen ini, es krim khas Toko Oen dibuat sendiri tanpa mesin dan tanpa bahan kimia. Selain es krim menu lain yang tersedia di Toko Oen adalah nasi goreng, macam-macam kue basah, bistik, makanan lain khas Indonesia, berbagai jenis macam es, aneka roti yang sangat lezat serta berbagai macam kue kering.


Untuk masalah harga makanan di Toko Oen ini terbilang lumayan mahal sehingga konsumen yang umumnya mengunjungi Toko Oen ini adalah dari golongan atas. Bagi konsumen yang beragama Islam sebaiknya anda teliti dalam memilih menu di Toko Oen ini, karena ada menu yang tidak halal yang tersedia di Toko Oen ini.

Lokasi/Alamat Toko Oen:


Toko Oen ini berada di tengah-tengah pusat Kota Malang yakni tepatnya berada di jalan Basuki Rahmat no. 05 berada di depan Gereja Katedral Sarinah Malang, berjarak sekitar 100 meter ke arah utara dari Alun-Alun Kota Malang.

Nah Sobat bertujuh.com, itulah  salah satu wisata kuliner di Kota Malang yang tidak ada salahnya untuk anda coba.

Saturday, 10 September 2016

Kampung Tridi (3D) Kota Malang, Wisata Gratis dan Unik Yang Mengasyikkan

Bertujuh.com - Setelah adanya wisata unik di Kota Malang yakni Kampung Warna Warni Jodipan, kini bertambah lagi sebuah kampung wisata unik di kota Malang. Kampung Tridi, itulah sebutan baru untuk kampung wisata unik yang ada di kota Malang baru-baru ini. Jika kampung Warna Warni Jodipan memiliki pemandangan yang warna-warni pada bagian cat bangunanya, maka Kampung Tridi juga demikian, namun pewarnaan yang diberikan pada bangunan-bangunan yang ada di Kampung Tridi adalah lukisan yang bersifat tiga dimensi (3D). Sehingga ketika Anda berkunjung ke Kampung Tridi, Anda akan menemukan sebuah sensasi yang tersendiri layaknya seperti di sebuah film.

Kampung Tridi (3D) Malang
Salah satu gambar 3D Kampung Tridi (3D) Malang

Lokasi dari Kampung Tridi ini berada di wilayah kelurahan Kesatrian Kecamatan Blimbing, tepatnya sebelah utara dari lokasi Kampung Warna Warni Jodipan. Sama seperti halnya kampung Warna Warni Jodipan, Kampung Tridi (3D) ini berada di bantaran sungai Brantas yang melintas di pusat Kota Malang. Jika Kampung Warna Warni Jodipan berada di sebelah selatan sungai brantas, maka kampung 3D (tridi) ini berada di sebelah utara dari sungai brantas. Jadi secara keseluruhan letak kedua kampung ini bersebelahan  hanya dipisahkan oleh sebuah sungai yang melintasi kawasan tersebut.

Kampung Tridi (3D) adalah sebuah kampung dimana hampir seluruh bagian bangunan yang ada di kampung tersebut dihiasi dengan gambar-gambar mural model tiga dimensi (3D) sehingga ketika Anda berada di kampung tersebut Anda akan terbawa dalam sebuah imajinasi layaknya di sebuah film-film. Ketika Anda memasuki kampung Tridi (3D) tersebut Anda akan disambut dengan Albert Einstien yang sedang menjulurkan lidahnya tepat berada di sisi bagian Buk Gluduk kampung tersebut. Namun disini bukan Albert Einstien yang sesungguhnya namun hanya sebuah gambar hasil lukisan seniman kampung Tridi (3D). Tidak berjarak jauh dari lokasi Albert Einstien terdapat seekor gorila besar membawa sebuah ponsel muncul dari balik pigura. Bukan hanya itu saja, di kampung tridi (3D) ini juga terdapat sebuah ikan hiu raksasa yang akan siap memangsa siapa saja yang ada di dekatnya. Namun disini bukan ikan hiu yang sesungguhnya, melainkan sebuah gambar tiga dimensi (3d). Untuk menantang adrenalin para pengunjung, para seniman kampung Tridi (3D) membuat gambar-gambar tebing pada bagian jalan kampung sehingga menciptakan kesan sedang berjalan di tebing yang sesungguhnya. 



Tentunya masih banyak lagi gambar-gambar tiga dimensi (3D) yang diciptkan oleh para seniman di kampung tridi (3D) ini. Jadi tidak ada salahnya bagi Anda yang penasaran akan serunya kampung tridi yang berada di Kota Malang ini untuk mengunjunginya. Hampir setiap hari kampung Tridi ini ramai dikunjungi wisatawan baik dari dalam negeri ataupun luar negeri, dan pengunjung akan meningkat menjadi dua kali lipat jika pada hari libur tiba. Pada umumnya pengunjung dari kampung tridi (3D) banyak yang berfoto ria dengan latar belakang gambar-gambar tiga dimensi (3D) ketika mengunjungi kampung ini. Jadi jika Anda berkunjung ke kampung tridi (3D) ini disarankan untuk menyiapkan kamera Anda baik baterai ataupun memori dari kamera Anda agar ketika di kampung tersebut tidak kehilangan momen untuk mengabadikannya. 


Awal mula ide terbentuknya kampung 3D (tridi) ini adalah sama seperti dengan Kampung Warna Warni Jodipan yang lokasinya tepat disebelah selatan dari Kampung 3D (tridi). Agar berbeda dengan Kampung Warna Warni Jodipan maka kampung yang dulunya identik dengan kesan kumuh ini dirubah image-nya menjadi kampung wisata dengan gambar-gambar tiga dimensi (3D) pada bagian bangunan-bangunan yang ada di kampung ini, mulai dari Gapura gang, jalan kampung, tembok dan lainnya semua dipenuhi dengan gambar-gambar tiga dimensi. Seniman yang mengerjakan gambar tiga dimensi (3D) di kampung Tridi (3D) ini adalah Edi Gimbal bersama seniman lain, salah satunya adalah Tholib, pelukis karakter maupun bentuk 3D di wilayah RW 12, Kelurahan Kesatrian, Blimbing ini. Karakter yang dibuat ini seolah-olah hidup jika dilihat dari sudut pandang tertentu, semacam ilusi visual. 

Untuk memulai pengerjaan gambar di kampung Tridi (3D) ini modal awal untuk pengadaan cat berasal dari patungan anak-anak muda lingkungan Kelurahan Kesatrian. Kemudian ada pihak dari produsen Cat yang membantu pengadaan Cat untuk pengerjaan Kampung Tridi (3D) ini yang akhirnya juga menjadi sponsor utama Kampung Warna-warni tertarik, dan akan mendukung pengerjaan Kampung Tridi ini.

Sama dengan halnya kampung Warna Warni Jodipan, dengan adanya kampung tridi (3D) ini tentunya menjadikan berkah yang tersendiri bagi warga wilayah RW 12 Kelurahan Kesatrian Kota Malang. Sejak adanya kampung tridi (3D) warga bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan jasa parkir untuk kendaraan wisatawan yang berkunjung ke kampung tridi (3D), selain jasa parkir kendaraan, warga juga bisa mendapatkan penghasilan dengan berjualan makanan ringan dan minuman untuk pengunjung.

Nah Sobat Bertujuh.com itulah sekilas tentang wisata unik Kampung Tridi (3D) yang berada di Kota Malang, Tentunya anda tertarik dan penasaran bukan? maka segeralah kunjungilah kampung Tridi (3D) ini, jangan sampai anda ketinggalan.

Friday, 9 September 2016

Daftar Wisata Budaya Malang Yang Menarik Untuk Dikunjungi

Bertujuh.com - Malang adalah salah satu wilayah di Jawa Timur yang memiliki banyak potensi wisata yaitu mulai dari wisata alam, wisata buatan hingga sampai wisata budaya yang banyak menarik minat para wisatawan. Kali ini bertujuh.com akan menyajikan Daftar Wisata Budaya Malang yang menarik untuk dikunjungi. Untuk wisata budaya yang ada di Malang hampir kebanyakan lokasinya berada di wilayah kabupaten Malang.

Berikut ini adalah Daftar Wisata Budaya Malang :

1. Padepokan Seni Topeng Asmoro Bangun, Kecamatan Pakisaji

Malang juga dikenal dengan kesenian topeng Malangannya, Padepokan Seni Topeng Asmoro Bangun ini merupakan salah satu pusat seni topeng Malangan yang didirikan oleh Mbah Karimun yang sekarang sudah dikelola oleh penerusnya yaitu Pak Handoyo bersama istrinya Saini. Lokasi dari Padepokan Seni Topeng Asmoro Bangun ini berada di Dusun Kedung Monggo Desa Karang Pandan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang, menempuh jarak sekitar 11 km dari pusat Kota Malang. Selain membuat topeng yang dipergunakan sebagai perlengkapan pertunjukan, padepokan ini juga menjual topeng malangan sebagai cinderamata bagi para pengunjung. Padepokan Seni Topeng Asmoro Bangun ini banyak dikunjungi wisatawan domestik dan turis mancanegara. Pedepokan juga mengadakan kerja sama dengan biro perjalanan wisata untuk mengadakan paket wisata menonton tarian dan belajar cara membuat topeng. Padepokan Topeng Malangan Asmoro Bangun merupakan satu-satunya padepokan Topeng Malangan yang hingga saat ini masih sangat giat untuk mempertahankan dan mengembangkan kesenian dan kebudayaan asli Malang.

2. Padepokan Seni Mangun Dharmo, Kecamatan Tumpang Malang

Padepokan Seni Mangun Dharmo ini didirikan oleh seniman-seniman tumpang tahun 1989 dengan direktur artistik M. Sholeh Adi Pramono, dengan tujuan melestarikan kebudayaan khas Kabupaten Malang. Padepokan seni ini secara resmi didirikan pada tanggal 26 Agustus 1989. Padepokan Seni Mangun Dharma berada di Dusun Kemulan, Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Lebih tepatnya Desa Tulusbesar berada terletak ke arah timur dari Kota Malang. Ada tiga akses jalan untuk dapat menuju ke Desa Tulusbesar, yaitu dari arah utara dari arah Blimbing menuju ke arah timur, kedua dari arah Sawojajar menuju ke arah timur dan untuk akses ketiga dapat dilalui dari arah Gadang menuju ke arah selatan melalui wilayah Tajinan ke arah timur.

Desa Tulusbesar ini dikenal sebagai desa budaya karena kaya akan budaya Jawa yang turun temurun menjadi ciri khas Desa Tulusbesar. Kesenian yang dapat ditemui di Desa Tulusbesar adalah  kesenian tari, kesenian wayang, kesenian kuda lumping, kesenian bantengan, terbang jidor dan kesenian lainnya. Dengan banyaknya ragam jenis kesenian yang ada di desa Tulusbesar, maka didirikanlah sebuah padepokan seni yang diberi nama Padepokan Seni Mangun Dharma atau Wijaya Kusuma.

3. Candi Singosari Dan Arca Dwarapala, Singosari

Candi Singhasari atau yang lebih dikenal dengan sebutan Candi Singosari merupakan candi Hindu-Budha peninggalan kerajaan Singosari yang merupakan pendarmaan Raja Kertanegara yang terbunuh saat diserang Jayakatwang. Candi ini juga dijuluki Candi Cungkup atau Menara, ini menunjukkan bahwa bangunan candi Singosari merupakan bangunan tertinggi pada masanya. 

Candi Singosari
Candi Singosari

Menurut para arkeolog candi singosari dibangun sekitar abad ke 13. Sekitar 300 dari arah candi terdapat 2 arca Dwarapala yaitu arca penunggu gerbang dengan bentuk seperti raksasa. Arca Dwarapala yang terdapat di sekitar candi Singosari pernah terbenam ke dalam tanah sampai ke baian dada dari arca. Kemudian oleh pemerintah arca ditarik dari alam tanah, yang menyebabkan berpindah menghadap ke sebelah timur laut (dulunya menghadap ke timur). 

Candi Singosari ini berlokasi di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, jika ditempuh dari Kota Malang sekitar 10 km ke arah utara. Candi Singosari terletak pada lembah di antara Pegunungan Tengger dan Gunung Arjuna di ketinggian 512 m di atas permukaan laut.

 4. Stupa Sumberawan

Stupa Sumberawan atau biasa disebut dengan candi Sumberawan merupakan peninggalan Kerajaan Singosari yang digunakan oleh umat Budha pada jaman itu dan merupakan satu-satunya stupa yang ada di JawaTimur. Terletak di tengah telaga yang bening di kaki Gunung Arjuno, stupa ini memiliki fungsi sebagai monumen lambang agama Budha yang diumpamakan sebagai lambang kahyangan.

Stupa Sumberawan ini terbuat dari batu andesit dengan ukuran panjang 6.25 m, lebar 6,25 m, dan tinggi 523 m. Lokasi stupa Sumberawan yang berada pada ketinggian 650 m di atas permukaan laut yang berada di kaki gunung Arjuna memiliki pemandangan yang indah karena terletak di dekat sebuah telaga serta hawanya yang sejuk, sehingga obyek wisata stupa Sumberawan ini sangat menarik untuk dikunjungi. Telaga Sumberawan merupakan mata air yang sampai sekarang dikelola oleh pemerintah setempat.

Lokasi Stupa Sumberawan berada di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dengan jarak sekitar 6 km dari Candi Singosari.


5. Candi Jago

Candi Jago berasal dari kata ‘jajaghu’  merupakan peninggalan kerajaan Singosari di abad 13. Candi ini dibangun oleh Raja Kertanegara untuk mengenang ayahnya Raja Wisnuwardana yang telah wafat. Menurut cerita dari penduduk setempat, atap candi Jago pernah tersambar petir sehingga tinggal beberapa bagian saja. Candi yang terletak di Desa Tumpang oleh penduduk sekitar candi ini juga disebut sebagai Candi Tumpang. Pada bagian candi Jago terlihat pengaruh agama Hindu dan Budha, sesuai dengan agama yang dianut oleh Raja Wisnuwardhana yaitu Syiwa Budha yang merupakan transisi dari agama Hindu ke Budha.

Bangunan Candi Jago disusun seperti teras punden berundak. Keseluruhan dari bangunan candi memiliki panjang 23.71 meter, lebar 14 meter, dan tinggi 9.97 meter. Saat ini bangunan Candi Jago nampak sudah tidak utuh lagi, yang tertinggal pada Candi Jago hanyalah bagian kaki dan sebagian kecil badan candi.

Lokasi dari Candi Jago ini terletak di Dusun Jago Desa Tumpang Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang.

6. Candi Kidal

Candi Kidal adalah candi peninggalan dari Raja Anusapati yang merupakan raja kedua dari kerajaan Singosari. Candi Kidal ini dibangun pada tahun 1248 setelah Raja Anusapati meninggal, dan merupakan pendarmaan Raja Anusapati.  Bangunan dari Candi Kidal ini memiliki tinggi 12 meter dan terbagi menjadi 3(tiga) bagian.  Sesuai dengan namanya kidal (yaitu kiri), candi bersifat prasawya yaitu pembacaan relief dari kanan ke kiri (berlawanan dengan arah jarum jam).

Candi Kidal ini merupakan candi pemujaan tertua di wilayah Jawa Timur. Dikatakan oleh para ahli bahwa Candi Kidal merupakan bentuk dasar dari candi Jawa Timuran. Pada bagian relief candi Kidal ini banyak menceritakan tentang kisah garudadeya yaitu kisah pengabdian seorang anak kepada ibunya, untuk mengentas ibunya dari perbudakan.

Lokasi dari Candi Kidal ini terletak Di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang KabupatenMalang.


7. Candi Badut

Candi Badut yang juga disebut Candi Liswa merupakan candi tertua yang ada di Jawa Timur, dan merupakan peninggalan dari Raja Gajayana dari Kerajaan Kanjuruhan. Menurut Prasasti Dinoyo yang ditemukan di Desa Merjosari Kota Malang, dijelaskan bahwa pusat dari kerajaan Kanjuruhan berada daerah Dinoyo. Konon Raja Gajayana yang bernama Liswa adalah raja yang sangat dicintai oleh rakyatnya dan suka melucu (badut), sehingga candi yang dibangun atas perintahnya dinamakan dengan nama Candi Badut.

Candi Badut ini berbeda dengan candi-candi yang ada di Jawa Timur tetapi justru banyak mempunyai kemiripan dengan Candi Dieng (Jawa Tengah). Bangunan candi ini terbuat dari batu andesit dengan memiliki tinggi 2 meter. Bangunan candi Badut pernah dipugar pada tahun 1925-1926, tetapi banyak bagian yang hilang belum dapat dikembalikan.

Sebelum tahun 90-an candi Badut ini sering menjadi tempat wisata edukasi bagi siswa sekolah, karena tempatnya yang luas sehingga sering dikunjungi wisatawan, tetapi sekarang bangunan candi sudah tidak nampak lagi dari jalan karena di sekitar candi Badut sudah terdapat banyak bangunan pemukiman warga.

Lokasi dari Candi Badut ini berada bagian barat dari Kota Malang, yaitu tepatnya di Desa Karangbesuki, Kecamatan Dau Kabupaten Malang.



Nah itulah beberapa Daftar wisata Budaya Malang yang menarik untuk dikunjungi, jadi jika Anda ingin berwisata dan beredukasi tentang budaya di Malang tidak ada salahnya jika Anda untuk mengunjungi Daftar wisata Budaya Malang.

Tuesday, 6 September 2016

Wisata Pulau Sempu Surga Keindahan Yang Tersembunyi di Malang


Bertujuh.com - Hallo sobat bertujuh.com, kali ini bertujuh.com akan memberikan sebuah artikel wisata menarik yang ada di wilayah Malang. Mungkin Anda pernah menonton film The Beach yang dibintangi oleh aktor kawakan Leonardo Di Caprio dimana di film tersebut menceritakan tentang sebuah pulau yang tersembunyi dengan keindahan pulaunya yang bersifat privat. Maya Bay adalah nama pantai yang menjadi lokasi syuting utama Film The Beach, pantai ini berada di wilayah perairan selatan negara Thailand.

Untuk Anda yang berada di Indonesia tidak perlu jauh-jauh menuju ke Thailand untuk menikmati keindahan dari May Bay. Di Indonesia juga terdapat pulau yang memiliki keindahan sama seperti Maya Bay yakni Pulau Sempu yang berada di Wilayah Malang. Silakan Anda datang berkunjung ke laguna yang ada di Pulau Sempu, disana Anda akan menemukan kesamaannya dengan seperti yang ada di Maya Bay. Pulau Sempu merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Malang yang terletak di Pantai Selatan. Pulau ini merupakan cagar alam yang dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Departemen Kehutanan.

Segara Anak Pulau Sempu
Keindahan Pemandangan Segara Anak Pulau Sempu
Untuk menuju ke Pulau Sempu pengunjung harus menuju Pantai Tempat Pelelangan Ikan yaitu Pantai Sendang Biru di daerah Malang Selatan. Jarak Pulau Sempu sendiri sekitar 69 km dari kota Malang. Untuk mencapai pulau sempu ini pengujung disarankan untuk membawa kendaraan pribadi roda empat. Pengunjung dapat menitipkan kendaraannya di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Sendang Biru. Untuk menyeberang ke Pulau Sempu pengunjung dapat menyewa perahu boat dengan harga sekitar Rp 150.000, dan membuat  kesepakatan untuk penjemputan kembali dari Pulau Sempu . Setelah sampai di Teluk Semut, pengunjung harus melakukan perjalanan dengan menempuh jarak sekitar 2.5 km dengan berjalan kaki atau kira-kira 2 jam perjalanan menuju ke dalam pulau.  Perjalanan melewati hutan belantara dengan jalan yang terjal dan mendaki.
Semua jerih payah pengunjung dalam menuju ke lokasi wisata Pulau Sempu akan terbayarkan dengan menyaksikan keindahan Segara Anak yaitu sebuah laguna di tengah pulau. Laguna ini terbentuk dari hempasan air laut yang masuk melalui celah bebatuan. Saat air laut surut,  laguna ini airnya tidak begitu banyak tetapi saat air menjadi pasang air laguna akan semakin banyak. Pasir yang terdapat di laguna ini begitu putih dan bersih serta suasana pulau Sempu yang sepi sehingga seolah-olah laguna adalah milik pribadi. Keindahan laguna dengan airnya yang jernih sehingga nampak deretan terumbu karang yang masih hidup. 

Pengunjung dapat menikmati keindahan dari Segara Anak dengan bermain-main air, berenang atau sekedar jalan-jalan dan mengambil gambar. Karena keindahan laguna ini banyak orang menyamakan dengan pantai Maya Bay Thailand yang ada di film The Beach.

Biasanya pengunjung akan kembali dari Pulau Sempu ke Pantai Sendang Biru menjelang sore hari, karena Pulau Sempu ini tidak berpenduduk sehingga tidak ada fasilitas penginapan yang ada di sini, kecuali pengunjung yang menginap untuk berkemah. Katika berada di Pulau Sempu sebaiknya Anda membawa bekal makanan dan minuman secukupnya karena tidak adanya penjual makanan di kawasan Pulau Sempu.

Untuk berkunjung ke Pulau Sempu disarankan untuk tetap berhati-hati dan jangan sampai tersesat, karena pulau ini tidak ada penduduknya. Jangan berkunjung ke Pulau Sempu disaat musim ombak tinggi karena dikawatirkan Anda akan kesulitan saat akan menyeberang menuju Pulau Sempu. Disarankan untuk berkelompok jika Anda akan mengunjungi Pulau Sempu dan jangan lupa untuk sarapan karena jarak tempuh perjalanannya menuju ke Segara Anak.

Nah itulah sobat bertujuh.com salah satu keindahan pantai di Indonesia yang tidak kalah dengan pantai yang ada di luar negeri.